Wednesday, April 24, 2013

Jatuh (Lagi)

Kaget semalem tiba-tiba denger Aufa nangis, ternyata sudah tergeletak di lantai, jatuh. Karena kondisi kamar gelap, jadi langsung kuangkat aja Aufa dan kutepuk-tepuk suruh segera nenen, maklum aku juga sangat ngantuk. Nangisnya kenceng banget, tapi segera diem setelah nenen.

Seperti biasa tengah malam aku bangun, lihat jam sekitar jam 00.45. Niatnya mau ngasih salep item buat kepala Aufa, masih ada sisa udun (bisul). Pas ngedeketin mukanya, kaget banget ada bekas darah di pipinya, bibirnya monyong sedikit, mungkin semalem jatuhnya tengkurep, jadi giginya terbentur sama bibir dan berdarah. Duh, kasian banget Aufa, sedih banget ngelihat, persis kaya Qonita dulu. Pernah jatuh sama mbak Tanti (yang jagain Qonita dari umur 3 bulan sampai 2 tahun) sampe berdarah-darah bibirnya. Alhamdulillah Aufa gak separah kakaknya. Langsung aku ambil madu untuk ngolesin bibirnya, biar gak terlalu kaku karena bekas lukanya. Terbangun juga berasa ada manis-manis kali ya di bibir, akhirnya duduk dan minta mimik.

Alhamdulillah tadi pagi sudah nggak terlalu monyong bibirnya, hanya masih ada bekas luka. Smoga gak papa ya Nduk, maafin Ummi yang sering lengah menjagamu. Peluk cium untukmu sayang, mmmuahhh ^^

Tuesday, April 23, 2013

QS Nuh Ayat 9 s.d. 12

Bismillahirrohmaanirrohiim,

Alhamdulillah pagi ini bisa kembali mengikuti kajian di gedung Sutikno Slamet. Langsung saja, berikut rangkuman pribadiku dari kajian pagi ini.

"Kemudian sesungguhnya, aku (menyeru) mereka (lagi), dengan terang-terangan dan dengan diam-diam," – (QS.71:9)

Berhubung datengnya agak telat, jadi untuk ayat ini cuma sempet dapet, bahwa dalam berdakwah hendaknya mengedepankan kebaikan-kebaikan, kabar gembira serta motivasi (at-targhib), kemudian baru kita tunjukkan ancaman (at-tarhib), sebagaimana Alloh menciptakan surga dulu, baru neraka.

"maka aku katakan kepada mereka: 'Mohonlah ampun kepada Rabb-mu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun'." – (QS.71:10)

Lantas dari ayat ini timbul pertanyaan, bagaimana dengan firman Alloh dalam QS An Nisa: 48

"Sesungguhnya, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain daripada (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar." – (QS.4:48)

Maksud dari QS AnNisa: 48 di atas adalah ayat tersebut diturunkan untuk ahli syirik, artinya orang-orang yang menyekutukan Alloh, dan sampai mereka meninggal tidak bertaubat, maka dosa mereka tidak diampuni oleh Alloh. Adapun ahli syirik yang telah bertaubat nasuha, mereka akan mendapatkan ampunan dari Alloh.

Abu Ubaidah dari ayahnya Abdullah r.a., Rosululloh SAW bersabda:
Orang yang bertaubat dari perbuatan dosa, seperti orang yang tidak memiliki dosa baginya. (HR. Ibnu Majah, Hasan)

Subhanalloh, begitu Maha Pengampunnya Alloh SWT, dalam hadis lain,
 
Abu Dar r.a., Rosululloh SAW bersabda: 
Alloh berfirman, "Wahai manusia, seandainya kamu melakukan sepenuh bumi perbuatan salah dan tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu, aku jadikan untukmu sepenuh bumi ampunan." (HR. Ahmad)

Oleh karena itu, tidak sepatutnya kita menyebut-nyebut seseorang dengan mantan pemabuk, mantan penjudi, dsb jika orang tersebut telah bertaubat, kecuali dengan tujuan agar orang itu lebih bersyukur kepada Alloh atas hidayah dan taufik yang diberikan. 

Lanjut ayat 11
"niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat," – (QS.71:11)

Ibnu Katsir dan sebagian besar ulama sepakat, dianjurkan membaca surat ini ketika kita mendirikan sholat Istisqo' (sholat meminta hujan). Saat meminta hujan, Umar Bin Khottob banyak membaca istighfar dan membaca ayat-ayat yang berkaitan dengan istighfar.

"dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." – (QS.71:12)

Nah, di antara fungsi istighfar antara lain sebagaimana tersebut di atas:
  • Penghindar musibah, sebagaimana firman Alloh dalam QS. Al Anfal: 33."Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (beristighfar)." Rosululloh senantiasa beristighfar, tidak kurang dari 70 kali, oleh karena itu Alloh tidak pernah menimpakan azab kepada umat Nabi Muhammad SAW sebagaimana umat-umat terdahulu.
  • Mendatangkan kekuatan. Hal ini sesuai dengan firman Alloh dalam QS. Hud: 52 yang berbunyi "Dan (dia berkata): 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabb-mu, lalu tobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan, kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling, dengan berbuat dosa'." Jadi ketika kita lemah dalam semangat hidup maupun lemah dalam beribadah, segeralah perbanyak istighfar agar Alloh memberikan kekuatan kepada kita untuk segera kembali menjadi pribadi yang kuat.
  • Mendatangkan keturunan. Seseorang datang kepada Hasan bin Ali bin Abi Tholib dan berkata, "Sungguh aku memiliki harta yang banyak, maka ajarkanlah kepadaku sesuatu amalan yang dengan amalan itu semoga Alloh SWT memberikan anak. " Maka beliau berkata, "Hendaklah kamu banyak beristighfar." Lalu orang itu banyak beristighfar hingga satu harinya dapat mencapai tujuh ratus kali, maka Alloh memberikan anak laki-laki kepadanya sebanyak sepuluh anak. Subhanalloh... 
  • Pembuka jalan kesulitan. 
  • Pembuka rizki.
Penutup dari kajian pagi ini:

Agama Islam ini tidak datang membawa belenggu yang diletakkan pada leher para pengikutnya, tapi dia datang dengan membawa kemudahan dan tidak memberikan beban yang mereka tidak mampu membawanya, Islam membawa syariat baik perintah/larangan yang mengandung kemudahan. Alloh berfirman: Dan sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. 

Rosululloh ketika mengutus Muadz dan Abu Musa Al As'ari r.a.: 
"Berikan kemudahan dan jangan dipersulit, berikan kabar gembira dan jangan ditakut-takuti, bekerja sama dan jangan berbeda-beda."

Sekian, smoga bermanfaat ^^
 

Thursday, April 4, 2013

25 Tahun

Hari ini aku ingin kembali menulis. Melanjutkan cita-cita yang pernah kuimpikan, walopun sekedar menulis untuk kalangan sendiri :P

Dengan mengucap Basmalah,

Bismillaahirrohmaanirrohiim,,,

4 April 2013

Ya, 25 tahun yang lalu ibuku tercinta melahirkan kami berdua, dengan saudari kembarku, Ani. Alhamdulillah, beruntung sekali aku punya saudari kembar seperti dia, bahkan tahun ini, aku mendapatkan kado sebelum waktunya, tanggal 30 Maret kemaren pas kami ke rumahnya. Selalu ada surprise untukku. Tetapi aku, mengirim kadonya saja telat, baru hari ini menyempatkan diri, maafkan saudarimu ini ya mbak,hihi. 

Kado tahun ini dari Ani adalah sebuah Al Qur'an yang dilengkapi arti di setiap katanya. Sepucuk surat dari Ani, yg mengingatkanku untuk benar-benar menancapkan azzam dalam hati kami, agar kami bersungguh-sungguh untuk mencapai cita-cita mulia, menghafal Al Qur'an 30 juz (menjadi hafizhah). Luar biasa merinding aku membacanya, hingga menetes air mataku. Terlebih sampai pada tulisan, untuk mempersembahkan mahkota kepada bapak ibu kami. Sontak teringat pada ibu kandung kami yang telah tiada karena sakit, dan merasa belum balas budi apapun. Ya Robb, ampuni dosa2nya, terimalah semua amal ibadah beliau, dan limpahkanlah nikmat kubur serta lapangkanlah kuburnya. Al Faatihah....

Kurang lebih seperti ini penampakan Al Quran nya.



Ya, memang aku sudah mulai berusaha mengembalikan hafalan-hafalan yang sudah pernah disetor (banyak yang sudah hilang karena jarang muroja'ah-mengulang2-red). Perlu perjuangan memang, tidak semudah ketika masih sendiri. Ujian kesibukan pekerjaan rumah dan kantor, anak-anak, memang menyita banyak waktu, tetapi semoga tidak menyurutkan semangat untuk tetap berjuang fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan).

Ya Alloh mudahkanlah kami dalam membaca, menghafal, dan mengamalkan setiap sisi dari kitab suci Mu yang mulia. 

Teringat kutipan video nonton bareng yang pernah diputar waktu tahsin, pesan Syeikh untuk selalu menghafal, menghafal, dan menghafal. Menjaganya dari pengurangan, perubahan, dan penyimpangan. Video anak-anak kecil yang sudah hafal Al Quran padahal usia mereka masih sangat kecil, 7 tahun, 10 tahun, dan masih banyak lagi yang lain. Belasan tahun sudah menjadi mentor, membantu Syeikh membimbing adik-adik didik mereka.
Subhanalloh, mulut2 mungil itu melantunkan ayat2Nya dengan sangat fasih.
Semoga suatu saat nanti Qonita dan Aufa juga bisa seperti mereka ya Nak :) 

Semangat !!!