Tuesday, December 3, 2013

DL ke Bali

#Day 1
Alhamdulillah setelah sekian lama, akhirnya dapet giliran DL ke Bali, setelah tukeran sama mb Mur (makasih ya mb, hehe). Berangkat tanggal 26 pukul 09.45. Perbedaan waktu di Jakarta dan Bali adalah sekitar 1 jam. Jadi kami sampai di Bali sekitar jam 13.00 WITA. Perjalanan yang menyenangkan, melihat pantai dari pesawat yang luar biasa indah. Subhanalloh, ciptaan Alloh yang begitu sempurna. Sesampai di bandara kami dijemput oleh mas Nyomen yang asli Bali, langsung dianter ke Discovery Kartika Plaza Hotel. Karena mas Nyomen cukup sibuk, jadi cepet-cepet deh balik ke kantor udah dipanggil pak bos :D

Siang setelah solat dan istirahat di kamar, kami langsung capcus ke Discovery mall untuk makan siang. Menunya ayam betutu. Trus lanjut dah jalan-jalan ke pusat oleh-oleh Krisna dan Joger.

Setiap pengunjung ditempelin stiker yang menandakan nomor rombongan untuk diisikan ke formulir yang didapatkan setiap belanja seratus lima puluh ribu rupiah. Aneka macam oleh-oleh ada di Krisna, seperti kacang disco, salak gula pasir, pie susu, minyak aromaterapi, baju-baju, bedcover, kain pantai, dan masih banyak lagi souvenir lainnya.

Selesai dari Krisna, lanjut ke Joger buat mbeliin titipan mb Candra. Kami nggak beli apa-apa, cuma teh Etty yang beli gantungan kunci. Selesai dari Joger, kami kembali ke hotel untuk mandi dan solat.

#Day 2

Hari kedua waktunya berkunjung ke KPKNL Singaraja. Karena kami menginap di Denpasar, jadi pinjem mobil temennya bu Ayu plus sopirnya untuk nganterin ke Singaraja. Setelah sarapan, sekitar pukul 7.30 kami berangkat menuju Singaraja. Subhanalloh, indah banget pemandangannya. Lewat Bedugul, dingin, gerimis, dan jalan berkelok-kelok bikin agak pusing. Alhamdulillah ada permen dan fresh care, lumayan mengurangi mual. Setelah sekitar 3 jam naik mobil, akhirnya sampai juga di kantornya.






Sepi banget kantornya karena berbarengan dengan agenda Rakorda di Denpasar. Karena sepinya, makanya foto-foto di ruang pelayanan :D Cuma ada satu stakeholder dan langsung ditodong buat ngisi kuesioner. Setelah keliling-keliling mengamati ruangan kantor dan berdiskusi dengan Kasubbag Umum dan Kasubbag HI, kita diajak makan siang di pinggir pantai. Asyiknya :D


Selesai makan siang, solat, kami berpamitan. Dalam perjalanan pulang, kami mampir ke Tanah Lot.HTM ke Tanah Lot hanya sepuluh ribu rupiah saja, cukup murah meriah :D 



Alhamdulillah seneng bisa lihat pantai. Konon katanya ada ular suci di Tanah Lot ini. Berhubung pakai sepatu kerja, jadi takut mau jalan ke arah gua dimana ular itu bersemayam. Takut kepleset :D
Melanjutkan perjalanan pulang ke hotel, sekalian mampir makan malam di RM Taliwang Bersaudara. Lupa nggak difoto :D

#Day 3

Hari ini murni jalan-jalan aja. Pagi-pagi setelah solat subuh dan siap-siap, kami menuju ke pantai Kuta di belakang hotel. Niatnya buat sambut sunrise, eh ternyata salah, mentari muncul dari belakang kami :p Kata temen, harusnya kalau lihat sunrise tuh di Sanur, nah sunset baru di Kuta. Ya nggak papalah, yang penting foto-foto :D

Setelah dari pantai berjalan-jalan secukupnya, kami sarapan dan bersiap keliling lagi nyari oleh-oleh. Berjalan menyusuri toko-toko kecil di sepanjang jalan, nggak jelas mau nyari apaan :D Karena kecapean, akhirnya memutuskan untuk beli oleh-oleh lagi ke Krisna. Kali ini Krisna yang agak deket dari hotel dan lebih gede. Setelah puas berbelanja, makan siang lagi ke Discovery Mall. Memilih menu yang halal, maka pilihannya adalah AW, makan ayam. Khawatir kalau masakan yang lain-lain tercampur babi dan sejenisnya, karena di pinggir-pinggir jalan banyak banget babi guling. Hi ngeri deh :D

Setelah makan siang masing-masing beristirahat. Nggak lama lanjut lagi deh jalan. Menyusuri jalan tol yang membelah lautan. Konon kata temen, tol itu adalah tol terpanjang yang berada di tengah laut. Keren banget pokoknya, tapi nggak bisa foto karena katanya kalau ada kendaraan berhenti di tengah jalan dan sedang ada razia akan ditilang :(

Tujuan berikutnya adalah GWK. Penasaran banget apa sih GWK itu, ternyata Graha Wisnu Kencana. Isinya benteng dan patung-patung. Lumayan juga HTMnya 40ribu per orang. Disana bisa lihat sunset. Tapi berhubung udah terlanjur masuk, kelewat lagi deh sunsetnya, heboh nonton tari kecak :D  









Setelah capek berkeliling di GWK, lanjut makan malam di pinggir pantai Jimbaran. Menikmati angin malam di tepi pantai ditemani ikan kerapu bakar dan cumi goreng tepung :D

#Day 4

Hari terakhir di Bali dalam DL ini, pagi-pagi berangkat dari hotel. Jam 5an minta invoice hotel, ngambil sarapan dan bersiap-siap check out. Naik taxi menuju bandara. Gerimis mengiringi langkahku pulang bersama kenangan indah di Bali.

See you next time Bali :)











Monday, December 2, 2013

Nyapih Aufa

Alhamdulillah, syukur tak terhingga kehadirat Alloh karena berhasil menyusui Aufa sampai 2 tahun. Ini adalah buah dari tekad yang kuat, karena gagal menyusui Qonita sampai 2 tahun, maafin ummi ya kak :(

Masih nyambung dengan postingan sebelumnya, setelah Aufa genap berusia 2 tahun pada tanggal 12 November 2013, akhirnya aku memutuskan untuk ikutan DL ke Medan selama 3 hari, yaitu tanggal 13 s.d. 15 November 2013. Ini sengaja aku lakukan untuk membiasakan Aufa nggak mimik, berharap dengan cara ini dia bisa lupa sama mimiknya, hehe. Ternyata oh ternyata. Setelah dari Medan 3 hari, sesampai di rumah Aufa terbengong-bengong melihatku, kaya pangling. Sampai-sampai si mbak ngasih tau, itu Ummi Fa. Berbeda halnya dengan Qonita, langsung lari dan memelukku, haduh senangnya, ada yang kangen :D

Nggak lama setelah akhirnya mendekatiku, Aufa pun minta mimik. Hedeh, kirain udah lupa. Setelah berusaha mengalihkan perhatiannya dan nggak berhasil, akhirnya nyerah juga kukasih mimik. Tapi mungkin karena waktu DL aku nggak bawa botol dan perlengkapan perah asi, otomatis produksi asiku ikut menurun. Saking sedikitnya, mungkin secara tidak sadar waktu tidur putingnya digigit sama Aufa. Pagi-pagi berasa perih banget, sakit kalo dimimik. Kesempatan ini aku manfaatin buat ngasih pengertian ke Aufa kalo mimik Ummi lagi sakit, diobati dulu ya. Kali ini kuolesin minyak but-but di depan Aufa, jadi dia ngerti kalo mimiknya sedang sakit dan sedang diobati. Karena minyaknya bau, Aufa nggak merengek minta mimik, malah bilang suruh nutup kancing bajuku karena bau :p

Alhamdulillah sampai malam sebelum tidur udah berhasil nggak mimik. Tapi begitu bangun, seperti biasa nyari mimik juga. Akhirnya kualihkan ke sufor (sebelumnya memang sudah kuperkenalkan sufor untuk mengalihkan perhatian dari asi, walaupun sebelumnya pakai UHT juga tapi kalau malam nggak mau pake sedotan). Berhasil semalaman nggak mimik. Akhirnya berlanjut nggak mimik sama sekali. Alhamdulillah...

Tapi setelah aku masuk kerja, seperti biasa sesampai di rumah Aufa langsung merengek minta mimik. Tetapi ada mbah yut yang bantu aku ngasih pengertian ke Aufa. Alhamdulillah nggak ada pemberontakan yang berarti. Selamat berusia 2 tahun, sehat-sehat ya Nduk :D


 Foto Aufa waktu bayi, gendut banget. Jauh bedanya ama yang sekarang :(






Kunjungan ke Medan

Alhamdulillah  tanggal 13 s.d. 15 November aku dkk ditugaskan ke Medan dalam rangka survey kepuasan pelanggan. Pengalaman pertama DL ke Medan sangat menyenangkan. Aku berangkat bersama Lulu, tiba di Kualanamu International Airport sekitar pukul 16.30. Sesampai disana kami langsung mencari Damri yang tujuannya ke Carrefour. Ternyata jauh juga, sekitar 2 jam perjalanan menuju hotel tempat kami menginap, Grand Elite Hotel, akhirnya kami sampai hampir pukul 19.00.

Selesai sholat dan mandi, kami serombongan keluar mau nyari makan malam, dan tujuan pertama kami adalah Kuliner Pagaruyung. Ada yang pesen mie aceh goreng, martabak mesir, cane kuah kari, dan aku sendiri pesen mie aceh rebus. Ternyata dibanding mie aceh goreng, masih lumayan cocok di lidah yang mie aceh rebus. Alhamdulillah :) Uniknya yang jual mungkin juga keturunan orang India gitu, abangnya agak item, ibu-ibunya juga item :D

Nih penampakan martabak mesirnya.

Agenda selanjutnya adalah makan durian. Meluncurlah kita ke Ucok Durian. Konon kata sopir taxi nya, si empunya Ucok Durian ini bisa membeli rumah seharga 2M hasil dari jualan durian. Wah keren, nih dia tempatnya. Pas kebetulan dateng setoran durian 1 colt. Langsung diserbu orang-orang.







Ngelihat temen-temen lahap makan durian, akhirnya aku dan Lulu icip-icip juga tuh durian, meskipun kami nggak terlalu suka. Tapi ternyata enak banget, cuma harus tetep mengendalikan diri, paling cuma habis 3 biji :D Rame banget tempat ini, meskipun malam udah mulai larut.

Hari kedua setelah selesai meeting, kami berencana ke Danau Toba. Ya, Danau Toba. Dulu jaman sekolah hanya bisa kulihat di peta. Alhamdulillah, setelah menelepon travel, kami berangkat dari hotel sekitar pukul 12.30. Perjalanan lancar dan cuaca agak mendung, sempet keguyur hujan juga lumayan lebat, tapi Alhamdulillah nggak lama. Kami sampai di Danau Toba sekitar pukul 17.30, masih kelihatan danaunya, cuma belum di tempat wisatanya. Kata sopirnya sebagai syarat suruh mampir ke sebuah warung pinggir jalan. Di situ makan mi rebus dan bapak2nya ngopi juga, hawanya dingin banget.







Terlihat perbedaan warna air, sebelah kanan agak gelap, dan yang luas itu lebih terang. Nggak tau juga kenapa bisa beda, Subhanalloh, salah satu tanda kebesaranNya. Menjelang maghrib, mampir dulu ke rumah makan padang buat makan malam.



Agenda selanjutnya adalah shopping. Ini agenda yang nggak boleh dilewatkan, hehe.


Jadi belanja banyak deh, baju buat Qonita dan Aufa, buat adek Nisa, tas ulos buat ibu. Jadi borong deh :D
Alhamdulillah sampai lagi di hotel dengan selamat pukul 00.00. Perjalanan yang melelahkan, tapi menyenangkan :D

Sebelum jalan-jalan pagi, kita foto-foto dulu di depan hotel :D



Paginya ternyata nggak jadi juga diskusi sama orang IPB. Jadilah kita merencanakan jalan-jalan berikutnya ke Istana Maimoon. Pagi yang agak mendung, tapi Alhamdulillah hujannya pas udah di dalem istana. Tergoda juga tawaran pak Agus untuk memakai baju adatnya, sewa sepuluh ribu rupiah, sekalian nyetak foto sepuluh ribu juga per lembar.



Foto pake baju sewaan :D













Selesai dari Istana Maimoon, kami serombongan menuju ke tempat oleh-oleh. Yang pertama ke Bolu Meranti. Disini kita beli langsung pilih dan bayar ke kasir. Tetapi nggak langsung terima barangnya, melainkan dapet kupon buat antri nunggu bolunya dipack. Rame banget. Lanjut ke Bika Ambon Zulaikha. Nggak hanya bika, tetapi ada juga teri medan, dan aneka makanan lain. Selesai belanja oleh-oleh, kami kembali ke hotel untuk bersiap menuju bandara Kualanamu. Nggak lama ngambil barang-barang, langsung tancap gas ke Bandara. Alhamdulillah sempet foto-foto juga di bandara. Nih dia :D







Alhamdulillah penerbangan lancar dan selamat sampai rumah :)




Wednesday, October 9, 2013

Semangat Baca

Late Post,

Nggak tau kenapa setelah mudik dan si mbak belum dateng, rasanya sering banget marah-marah sama anak-anak. Mungkin karena kecapean juga mengerjakan sesuatu sendirian, jadilah emosi tidak terkendali, dan malangnya anak-anak yang jadi korban peluapan emosi. Kadang saking emosinya sampe tangan tak terkendali mukul si kakak. Kasian kamu nduk :(

Beberapa hari kemudian, tibalah saatnya masuk kantor dan kakak kembali ke sekolah. Tak kusangka, ada laporan dari bu guru kalau kakak ngusilin temennya, kata bu guru begitu udah kenal sama temennya (berhubung masuk sekolah baru mulai tanggal 1 Agustus dan laporan itu kuterima setelah kakak sekolah beberapa hari disana), kok kakak jadi agak kasar ya Mi. Deg, langsung aku speechless sama bu guru. Jangan-jangan karena akhir-akhir ini aku beberapa kali memukulnya kalo ngusilin dedek Aufa. 

Karena merasa ada yang  nggak beres dengan seringnya marah-marah ke anak-anak, aku berusaha introspeksi diri, berasa ada yang perlu dibenahi. Akhirnya aku minjem buku ke temenku seputar parenting, dan buku pertama itu adalah Amazing Parenting. 

  

Judul Buku: Amazing Parenting
Penulis: Rani Razak Noe’man
Halaman: 164
Penerbit: Noura Books

Sekilas resensi dari buku ini:

Salah satu poin yang sangat penting dalam berkomunikasi adalah bagaimana cara menyampaikannya. Misalnya, saat kita mengatakan ‘Aku sayang kamu’ kepada seseorang, tanpa didukung ekspresi dan bahasa tubuh yang benar, akan sia-sia. Bagaimana kau akan merasakan perkataan sayang ketika disampaikan dengan ekspresi datar dan mata menerawang? Ternyata masalah kesinkronan antara ucapan dan bahasa tubuh seringkali menjadi masalah dalam hubungan, termasuk orangtua dan anak.
Salah satu masalah komunikasi inilah yang diangkat dalam buku Amazing Parenting. Semisal, saat anak pulang terlambat dari sekolah, hingga membuat sang orangtua sangat khawatir,  begitu sampai di rumah, kebanyakan reaksi orangtua adalah mengungkapkan rasa khawatir dengan amarah kepada anak. Amarah yang diluapkan orangtua tadi, sebenarnya bermaksud untuk mewujudkan rasa sayang, tapi yang tertangkap oleh anak adalah ‘orangtuaku marah’.
Ketidaksepahaman antara orangtua dan anak yang kerap terjadi karena ketidaktepatan cara menyampaikan sesuatulah yang kerap menjadikan pangkal ketidakcocokan di antara keduanya, yang tak jarang merembet sampai anak beranjak remaja.
“Manakala berbicara dengan anak-anak, yang penting bukanlah apa yang kita katakan, tetapi bagaimana kita mengatakannya.” [Sebuah pengantar]
Kesabaran dan empati adalah salah dua sikap yang ditekankan Bunda Rani dalam menghadapi anak-anak. Bagaimana orangtua mengenali bahasa tubuh anak sebelum mengambil tindakan yang tepat menjadi wujud dari empati yang akan meminimalisir kesalahan. Anak rewel, malas belajar, tidak mau makan, adalah beberapa contoh kasus yang  membutuhkan kebijakan orangtua dalam mengambil tindakan, supaya kondisi tersebut tidak menjadi berlarut-larut.
Saat membaca uraian dari Bunda Rani ini, saya mendapatkan beberapa penguatan dan cara pandang baru, salah satunya adalah pemisahan masalah, mana masalah yang anak, dan mana problem yang perlu ditangani orangtua. Pemisahan masalah ini yang sepertinya kurang mendapat perhatian dari banyak orangtua. Beberapa contoh kasus yang diambil dari lingkungan sang penulis sendiri, dan selipan ilustrasi tentang contoh komunikasi, sangat memudahkan pembaca menyerap materi yang disampaikan Bunda Rani.
“Ayah dan Bunda, komunikasi bukanlah ‘apa yang kita sampaikan’, melainkan ‘apa yang ditangkap oleh orang yang kita ajak berkomunikasi’.” [h.56]
Buku ini highly recommended deh. Intinya menjadi ortu itu seharusnya menyenangkan. Tapi, mengapa ibu-ibu banyak yang pusing bahkan stress dalam mengurus anak? Melalui buku ini, kita bisa mempelajari, gimana sih caranya supaya parenting (pengasuhan anak) menjadi sesuatu yang amazing (menakjubkan)?Buku yang membahas tentang hal-hal yang “riil” terjadi dalam pengasuhan anak. Berbagai kendala pengasuhan anak dibahas dalam buku ini seperti: anak nggak mau makan, anak ngamuk di mall, dan lain-lain. Pentingnya komunikasi dalam pengasuhan anak,adalah hal yang dibahas secara mendalam dalam buku ini dengan bahasa yang sederhana,praktis dan runtut. Bunda Rani berhasil mengupas komunikasi menjadi sesuatu yang mudah dimengerti dan dilakukan. Buku yang patut dibaca untuk semua orang tua berapapun usia anak- anak mereka. Ternyata banyak hal yang belum pernah kupelajari, padahal sudah 3 tahun lebih menjadi ibu, kemana aja ya aku, hehe. Buku ini sangat bermanfaat untuk orang tua, banyak ilmu yang bisa diambil, jadi nyesel sering marah-marah ke anak-anak. Maafin ummi ya nduk :( Semangat untuk memperbanyak ilmu seputar parenting, aku pun meminjam buku-buku Perpustakaan tentang parenting yang akan diposting next time :)
Selamat membaca dan menikmati perjalanan menyenangkan “menjadi orang tua.” ^^

Monday, September 30, 2013

Lebaran di Purwodadi

Seperti yang sudah saya janjikan pada postingan sebelumnya, kali ini kita akan mengupas seputar lebaran di Purwodadi.
Lebaran kali ini saya pilih warna ungu untuk warna keluarga. Persiapan pagi sebelum sholat Ied nggak ribet2 amat, karena sholatnya cuma di musholla depan rumah. Habis mandiin anak-anak, adek ngetekin tempat buat sholat aku, ibu, adek, dan tentunya tempat untuk anak-anak. Sebelum sholat qonita sempat minta ikut ke abi, padahal kami dapet tempat di luar musholla. Akhirnya mbah yut manggil-manggil qonita mau ditunjukin ke abi. Hufh, jadi deh ngelewatin sajadah ibu-ibu yang udah memenuhi sof. Tapi alhamdulillah pas sholat Ied berlangsung anak-anak anteng.
Selesai sholat, seperti biasa sarapan dengan menu opor dan sambal goreng buatan ibu. Ini nih cara khusus orang semarang dalam menyambut Idul Fitri, selalu memasak kedua sayur itu. Jadi tiap saudara-saudara ke rumah, pasti nyicipin masakan ibu, lontongnya pesen, karena nggak sempet masak lontong sendiri.
Lanjut sungkem sama bapak ibu.


Habis sungkem2 sama keluarga kecil, lanjut muter-muter ke tetangga, pakdhe budhe, mbah yut, dan mbah-mbah yang lain.
Nih dia tante Nisa action sama Qonita dan Aufa :)


Pasukan unyu-unyu :D

Kakak sama tante Nisa naik boneka singa di tempat tetangga :)

Sore menjelang malam kita ke rumah mbah Semarang (ibunya ibu), tapi lokasinya di desa Jambon. Jalanannya berdebu, jauh lagi, dan naik motor. Cukup melelahkan. Alhamdulillah mbah Semarang sehat meski kurusan. Nih dia fotonya.

Hari kedua lebaran, pagi-pagi aku nyuci, anak-anak dibawa abi ke sawah. Lihat kambing, ngasih makan kambing, duduk di gardu, sama tante Nisa tentunya. Nih fose-fose mereka :)





Malemnya kita makan keluar, ke tempat makan favorit, Noroyono, ayam bakar dan ayam goreng nya pak Jamin, guru jaman di SMA dulu.


Habis makan lanjut lagi ke alun-alun Purwodadi, kakak seneng  banget mainan mandi bola, naik kereta-keretaan, mancing ikan, naik becak yang dikayuh akung sama abi. Maklum bayarnya murmer :p




Tak terasa seminggu di Purwodadi, waktunya pulang kembali ke jakarta. Pamitan sama mbah yut, mbah Ris, mbah Sri dan mbah Tono, tetangga kanan kiri. Hm, sedih rasanya.


Nyampe semarang mampir dulu beli oleh2 di bandeng Juwana. Alhamdulillah nyampe sana kita disambut sama pemilik tokonya, kokoh Cina gitu, mungkin karena melihat bawa anak-anak kecil, dan kita disuruh masuk ke ruangan beliau. Luar biasa sekali servisnya, meminta salah satu karyawannya melayani kami, mau pesen apa aja, ntar disiapin gak perlu antri, padahal antriannya panjang banget, rame penuh sesak dengan manusia.



Nggak lama kemudian, sampailah kita di bandara Ahmad Yani Semarang. Penerbangan sore, tapi kami sudah sampai di bandara jam 11an, karena bapak ibu dan tante Nisa akan segera berangkat juga ke tangerang, nengokin cucu cowok dari bulik Ani. Akhirnya Qonita dan Aufa sempet bobok di masjid bandara, makan, baru masuk ke bandara.




Aufa nenen sambil pegang hidung, kebiasaan yang dibawa kemana-mana :D


Aufa makan kue dari Garuda, dapet snack Milna malah gak dimakan. Dapet tempat duduk nomor 5, jadi bisa berdiri di depan kursi karena lumayan luas :D


Alhamdulillah perjalanan lancar sampai jakarta kembali dengan selamat dan capek :D