Thursday, September 10, 2009

Baity Jannaty...Maktaby Jannaty...^_^

Alhamdulillah...Alloh masih melimpahkan nikmat sehat, waktu luang, usia, dan nikmat2 lain yang tak kan pernah bisa kita hitung...begitupun nikmat bisa mengikuti kajian di gedung Sutikno Slamet lantai 11, bersama Ust. Ibnu Umar.
Tema yang menarik, Rumahku, Kantorku Surgaku...
Sedikit kutipan dari kajian siang ini...

Bismillahirrohmanirrohim...
Setiap orang memiliki target dalam hidupnya, dan umumnya, target itu adalah hidup bahagia, mati masuk surga...^_^
Suatu target yang-kelihatannya-simpel, tapi ternyata butuh perjuangan yang besar untuk mendapatkannya..
Firman Alloh dalam QS. Adz Dzariyat: 56
[51:56] Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Telah ditegaskan Alloh dalam firmanNya di atas, kita diciptakan tidak lain adalah untuk beribadah. Tapi seberapa banyak ibadah yang telah kita lakukan selama hidup??mari kita coba menghitung, untuk apa saja waktu yg kita gunakan selama ini...

“Umur umatku berkisar antara 60-70 tahun. Sangat sedikit di antara mereka yang umurnya melampaui kisaran itu.” Kata Rasulullah sebagaimana diriwayatkan At-Tirmidzi)
Kita asumsikan umur rata2 adalah 65 tahun. Dikurangi masa sebelum baligh kurang lebih 15 tahun. Jadi umur kita yang efektif adalah 50 tahun.
  • Untuk bekerja kurang lebih 8 jam sehari, jika diitung2-cara cepatnya aja cz lupa ngitungnya,hehehe-menjadi 24 tahun
  • Tidur, diambil 6 jam, maka jika dikonversi menjadi 12 tahun
  • Waktu bersama keluarga, jika dianggap 4 jam, berarti dikonversi menjadi 8 tahun
  • Waktu untuk rekreasi, santai dan lain2, dianggap 2 jam, berarti dikonversi menjadi 4 tahun.
  • Sisanya, 50 - (24+12+8+4) = 2 tahun...
Jadi waktu kita beribadah sekitar 2 tahun, dengan asumsi usia 65 tahun, padahal belum tentu juga Alloh mengaruniakan usia 65 tahun untuk kita...
Firman Alloh:
[25:77] Katakanlah (kepada orang-orang musyrik): "Tuhanku tidak mengindahkan kamu, melainkan kalau ada ibadatmu. (Tetapi bagaimana kamu beribadat kepada-Nya), padahal kamu sungguh telah mendustakan-Nya? karena itu kelak (azab) pasti (menimpamu)".

Sesungguhnya Alloh tidak akan sama sekali mengindahkan kita, kecuali kita beribadah padaNya...
Oleh karena itu, marilah kita jadikan maktaby jannaty karena ternyata waktu kita di kantor, waktu kita di tempat kerja kita merupakan waktu yang paling banyak menyita usia kita. Kita juga tidak bisa hanya mengandalkan ibadah mahdhoh kita yang sangat sedikit, oleh karena itu Rosululloh menganjurkan untuk banyak bersedekah, selain itu juga bermanfaat bagi orang lain dan meringankan bebannya, karena sesungguhnya sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain.

Bagaimana menjadikan maktaby jannaty???berikut penjelasan beliau:
  • Ibadah: jadikan setiap pekerjaan kita sebagai sarana beribadah kepada Alloh
  • Aktualisasi iman: bekerja merupakan aktualisasi dari keimanan seseorang. Artinya orang yang beriman adalah orang yang sungguh-sungguh dalam bekerja.Alloh berfirman dalam QS. Attaubah: 105

[9:105] Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu'min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.
  • Fitrah manusia: maksudnya, sesuai fitrahnya, manusia akan puas jika hasil pekerjaannya bagus atau maksimal. Oleh karena itu, jadikan setiap pekerjaan kita dilakukan semaksimal mungkin agar mendapatkan hasil terbaik.
  • Bukti syukur: niatkan bekerja sebagai bentuk syukur kita kepada Alloh. Di luar sana banyak orang yang ingin bekerja, tapi tidak bisa bekerja...Alhamdulillah, kita termasuk orang2 yang diberi amanah oleh Alloh untuk bekerja.
  • Jihad: jadikan kerja sebagai sarana jihad kita...bersungguh2 bekerja dalam rangka beribadah pada Alloh.
  • Tajdidunniyah...marilah kita memperbarui niat kita dalam bekerja...^_^

    Ketika kita membahas Kantorku Surgaku, maka kita tak lepas dari pembahasan Rumahku Surgaku...
    Ada kurang lebih 5 tipe keluarga:
    • Tipe Ring Tinju (^_^): ada sudut merah dan biru. Dalam ring tinju pasti ada saling memukul, dan ingin segera menjatuhkan lawan. Gambaran keluarga dimana suami/ istri merasa paling benar dan tidak ada yang mau mengalah..
    • Tipe Pasar: Seperti kita ketahui, pedagang di pasar selalu memperhitungkan untung/ruginya. Gambaran sebuah keluarga yang selalu berebut siapa yang lebih banyak berbuat. Suami mengaku lebih banyak berbuat untuk keluarga karena bekerja mencari nafkah, tapi istri juga tidak mau kalah, mengaku lebih banyak berbuat, karena tidak istirahat dari terbit fajar sampai terpejam mata suami.hehehe...
    • Tipe Kuburan: Di kuburan, ketika ada yg salam tidak pernah ada yang menjawab (ya iya lah, kalo ada yg jawab ntar malah lari yg salam..hehehe). Antara kuburan satu dengan yang lain berjejer, tapi tak pernah bertegur sapa. Tidak ada komunikasi sama sekali.
    • Tipe Sekolah: antara guru dan murid ada komunikasi. Tapi seperti kita tahu bahwa sekolah ada yang negeri, ada yg swasta, ada TKIT, SDIT, SMPIT, dst. Jika sekolah negeri, pelajaran agama hanya ada sepekan sekali dan kurang lebih cuma 2jam.. Jadi nilai ubudiyahnya gersang.
    • Tipe Masjid: tujuannya selalu bagus. Imam menjadi pemimpin, tetapi begitu dia salah mau ditegur dg ucapan subhanalloh atau tepukan..Makmum juga tidak mentang2 banyak bisa berdemo..hehehe...Jika imam baik, makmum selalu mengikuti..
    Semoga bisa tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warohmah, seperti keluarga tipe masjid ini...Baity jannaty...semoga tak sekedar kata2 indah, tp benar2 bisa terwujud dalam kehidupan kita...Amin...


    Wednesday, September 9, 2009

    Alloh Memberi Rizki dari Arah yang Tidak Disangka2...^_^

    Alhamdulillah, pagi ini semangatku kembali...pagi2 sekitar jam 6 aku udah bersiap2 ke pasar. Rencana mau (latihan) masak sup ikan patin untuk suami tercinta^_^
    Singkat cerita, semua bahan ud dapet kecuali belimbing wuluh...udah kutanyai beberapa penjual, gak ada juga yang punya..Ya Robb...akhirnya ak pulang dengan hati yg pasrah ntar rasanya kaya apa klo gak pake belimbing wuluh (maklum belum pernah masak sup ikan patin itu) cz menurut resep yang kubaca c pake belimbing wuluh...hehehe...
    Sesampainya di depan kontrakan, pas ada tukang sayur lewat. Eh, ternyata gak punya juga belimbing wuluh. Tiba2 ada ibu2 yang menawarkan untuk mengambil belimbing wuluh di depan rumahnya, yang tak lain rumahnya berada di belakang-atau bisa juga jadi samping tergantung sudut pandangnya,hehehe-kontrakan kami.
    Tukang sayur juga turut bantuin ngambilin belimbing wuluh untukku...
    Alhamdulillah...segala puji hanya milik Alloh,,,fa idza 'azamta fatawakkal 'alalloh...^_^
    Semoga latihan masakku hari ini sukses ya Robb...^_^
    NikmatNya yang manakah yang patut kudustakan???
    Luv U Alloh...

    Monday, September 7, 2009

    Rumah Seperti Apa yang Kucari???

    ...pernah temen liqo' suami menawarkan sebuah rumah di Kwitang...tempat yang sebenernya strategis, dekat dg tempat kuliah, tempat kerja, tempat ngaji... Tapi entah kenapa perasaan "sreg" itu belum muncul juga..merasa kurang tertarik dg rumah tingkat...
    Akhirnya kemaren suami mengajak silaturahim ke rumah teman seperjuangannya di Putussibau dulu...berdiri dari stasiun Cikini sampai stasiun Depok Baru..lumayan juga perjalanan menuju rumah mas Mujahid-sebut saja begitu-yang tepatnya berada di Tanah Baru, kec. Beji. ArRayyan, tertulis d depan perumahan itu..."Pintu surga...,"bisik suamiku^_^...aku tersenyum mendengarnya. Terik matahari mengiringi langkah kaki kami. Setelah beberapa menit, sampai juga kami d rumah mas Mujahid. Sempet kaget ketika melihat rumah nomer 16 itu, seperti playgroup, jangan2 salah rumah, pikir kami.hehehe...Mengetuk pintu dan mengucapkan salam.Ada jawaban dari dalam rumah, istri mas Mujahid, mb Endang-sebut saja begitu- dan tak lama kemudian mas Mujahid muncul dengan motornya. Beliau orang yang cukup sibuk, habis ngisi pesantren Romadhon rupanya..
    Setelah cerita kesana kemari, oleh2 yg kudapat, ternyata memilih tempat tinggal juga mesti memperhatikan bagaimana lingkungannya nanti, baikkah untuk perkembangan anak2 ketika kita tinggalkan dari pagi sampai sore...Rupanya perumahan itu dipenuhi dengan ikhwah, "jadi nggak heran kalo d sekitar situ anaknya rata2 lebih dari dua," kata mb Endang yang sedang mengandung putra ketiganya itu. "Belum lagi kalau anak2 udah menginjak usia 4-5 tahun, udah butuh lapangan," tambahnya.. tapi beliau bersyukur mendapatkan rumah-yang dulunya memang playgroup itu-meskipun kecil, tapi lingkungan kondusif..ada yang mengingatkan kalau anaknya salah bersikap atau bertutur kata...hmmm....senangnya...^_^
    Kupikir2, bener juga sih, lingkungan itu perlu, tapi, mengingat kondisi kami sekarang, aku masih kuliah malam, suami juga banyak kegiatan d jakpus... Jadi selama ini pertimbangan kami, lebih baik rumah di jakpus-meski kecil-daripada jauh dari berbagai pusat aktivitas kami...
    Ya Robb...semoga Engkau memberikan petunjukMu,,,apapun itu, segala yg terjadi pasti atas kehendakMu, dan pasti ada hikmah di balik setiap kejadian...tak pernah ada yg sia2...
    Laa haula wa laa quwwata illa billah...hasbunalloh wani'mal wakil, ni'mal maula wa ni'mannashir...